Kamis, 29 Desember 2011

review WiMAX

WiMAX

WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.
Perkembangan Teknologi Wireless
Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.






Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless
WiFi 802.11g
WiMAX 802.16-2004*
WiMAX 802.16e
CDMA2000 1x EV-DO
WCDMA/ UMTS
Approximate max reach (dependent on many factors)
100 Meters
8 Km
5 Km
*
*
Maximum throughput
54 Mbps
75 Mbps (20 MHz band)
30 Mbps (10 MHz band)
3.1 Mbps (EVDO Rev. A)
2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)
Typical Frequency bands
2.4 GHz
2-11 GHz
2-6 GHz
1900 MHz
1800,1900,2100 MHz
Application
Wireless LAN
Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative)
Portable Wireless Broadband
Mobile Wireless Broadband
Mobile Wireless Broadband
Sekilas Tentang WiMAX
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.
Spektrum Frekuensi WiMAX
Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.
WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.
Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.
Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.

Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.
Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
  • NPU (networking processing unit card)
  • AU (access unit card)up to 6 +1
  • PIU (power interface unit) 1+1
  • AVU (air ventilation unit)
  • PSU (power supply unit) 3+1
Antena
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.
Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.



Teknologi WiMAX dan Layanannya
BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.
Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil.
Tinjauan Teknologi
WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.
Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.
Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.
Manfaat Membangun Jaringan LAN (Local Area Network)
Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).
WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.
Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.
Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.


Rangkuman WiMAX

WiMAX adalah singkatan dari (Worldwide Interoperability for Microwave Access). WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Wi Max Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan WiMAX. Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play).
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.
Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz. Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.



Base Station (BS) merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
  • NPU (networking processing unit card)
  • AU (access unit card)up to 6 +1
  • PIU (power interface unit) 1+1
  • AVU (air ventilation unit)
  • PSU (power supply unit) 3+1
Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung.
WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini.

sumber: wikipedia.org



Selasa, 27 Desember 2011

Gizi di Indonesia Anfal Stadium 3


“Kami lapar keadilan, dan haus akan kebijaksanaan yang mensejahterakan kehidupan. Kami dibutakan rasa lapar yang berlebih hingga kami terkurung dibuatnya. Kami adalah orang-orang yang dipertimbangkan oleh mereka, sedangkan pertimbangan itu tidak kami rasakan hasil nya” Itu yang terdengar dari orang-orang pinggiran kita. Mereka potret nyata Indonesia. Pada harian Radar Cirebon edisi Selasa 22 November 2011 diberitakan bahwa, ada dua ibu yang dikawal mahasiswa dan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Majalengka. Mereka mendatangi kantor DPRD kota Cirebon untuk meminta belas kasihan. Kabarnya dua ibu asal Desa Loji Kobong Kecamatan Sumberjaya ini membawa anak mereka yang menderita penyakit hydrochepalus.
 Disebuah situs (http://www.totalkesehatananda.com/hydrocephalus1.html) yang disunting pada tanggal 23 Desember 2011 disebutkan Hydrocephalus mungkin dibawa sejak lahir. Hydrocephalus congenital (sejak lahir) hadir pada kelahiran dan mungkin disebabkan oleh kejadian-kejadian atau pengaruh-pengaruh yang terjadi selama perkembangan janin, atau kelainan-kelainan genetik. Hydrocephalus yang diperoleh berkembang pada saat kelahiran atau suatu ketika setelahnya. Penyakit ini ditimbulkan akibat kurangnya asupan gizi pada saat janin masih dalam kandungan.
Ironis memang, akibat gizi yang tidak mencukupi saat kehamilan bisa berdampak besar pada bayi. Ini yang dialami dua ibu itu. Keadaan ekonomi yang memaksa mereka makan seadanya tanpa menhiraukan janin yang ada dalam kandungannya.
Menurut Dr. Judi - www.infoibu.com, diambil dari: halalguide pada tanggal 21 Desember 2012 Di dalam kandungan, pada usia 17 hari kehamilan sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk dan berkembang. Di sinilah pentingnya peranan folat sebagai awal pembentukan tabung otak dan sum-sum tulang belakang. Selain folat, ada banyak kandungan nutrisi yang diperlukan saat perkembangan otak janin. Nutrisi ini penting saat kehamilan karena perkembangan otak bayi mengalami percepatan di saat trimester ke-3 hingga usia 30 bulan. Maka dari itu ibu hamil wajib memberikan nurtisi yang baik bagi perkembangan janinnya. Tetapi bagaimana bisa ibu-ibu itu memberikan yang terbaik bagi janinnya sedangkan perekonomian mereka tidak mendukung.  
Kenyataan ini harusnya membukakan mata mereka yang duduk disana. Indonesia mulai dibutakan oleh gedung-gedung pencakar langit, fasilitas mewah, dan jaminan asuransi yang melimpah bagi para wakil rakyatnya. Tapi rakyat mana yang mereka wakili? Mellihat dan mendengar kasus dua nenek itu saja mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Sejatinya kesejahteraan suatu negara bisa dilihat dari status gizi masyarakatnya, tingkat kesehatannya dan tingkat perekonomiannya. Sudah sejahterakah Indonesia kita?
Almatsier mengemukakan dalam bukunya yang berjudul Prinsip Ilmu Gizi Dasar (2004) bahwa upaya mencapai status gizi masyarakat yang baik dimulai dengan penyediaan pangan yang cukup yang diperoleh dari produksi pangan dalam negeri melalui upaya pertanian bahan makanan. Jika terjadi kekurangan bahan pangan, dapat dipenuhi melalui impor, sedang jika terjadi kelebihan produksi dilakukan ekspor pangan. Ekspor dan impor dilakukan melalui upaya perdagangan.
Kenyataannya walau telah berbagai macam upaya yang dilakukan demi memenuhi kriteria tersebut, Indonesia masih saja belum bisa mewujudkan ideologinya yang tercantum pada poin-poin pancasila yang katanya ingin memberikan keadilan bagi seluruh rakyatnya.
Gizi erat kaitannya dengan kesehatan, tapi lebih erat lagi bila dihubungkan dengan pemerintahan Memang sulit membongkar bongkahan batu es seperti di laut antartika sana. Nampaknya sederhana, tapi upaya mewujudkannya itu yang sulit. Pemerintah kita butuh waktu dan dana yang tidak sedikit untuk merealisasikannya. Study banding yang kabarnya tidak main-main memakan 1,4 M untuk tiap kepala, sepertinya belum mampu mengobati rasa lapar mereka akan mimpi yang tak terwujudkan.
Bila dana tiap kepala itu dipakai untuk 10 desa, rasanya cukup. Tapi tidak menurut bapak-bapak kami yang pintar itu. Lebih baik study banding keluar negeri daripada harus dibuang dinegara sendiri. Ini empedu bagi kami generasi baru. Bagaimana kami belajar menangani masalah bila bapak-bapak kami sendiri bermasalah.
 Menurut Hartog, Staveren & Brouwer (1995) Pangan dan gizi adalah bagian dari stuktur sosial dan lingkungan , dan harus dilihat dari pembangunan nasional. Pendapat ini bertentangan dengan fasilitas baru yang akan diberikan pada wakil kami. Meskipun tak jarang suara kami diacuhkan oleh mereka. Tidak bisa dipungkiri, pemerintah sudah bersusah payah membuat suatu kebijakan dalam menengani kasus ini. Suhardjo (1989) mengemukakan bahwa kebijakan yang bertujuan untuk memperbaiki status gizi tidak hanya bergantung pada konsumsi makanan, tetapi juga bergantung pada pengadaan atau penyediaan pangan. Ini yang harusnya menjadi tolak ukur negara kita. Pemerintah terlihat lamban dalam menanggapi kasus export-impor yang merugikan beacukai Negara kita. Pertahanan kita lemah sampai pengadaan pangan pun masih bergantung dengan Negara lain.
Kedelai petani kita diharagai murah oleh Negara kita sendiri. Terjual habispun tidak. Petani kita gigit jari melihat kedelai-kedelai impor yang marak diperdagangkan. Kedelai yang menjadi sampah dinegara asalnya kita beli dengan harga mahal. Sedangkan kedelai petani kami sendiri tidak ditoleh. Apa ini yang dinamakan keadilan? Harusnya rakyat Indonesia bisa menilai sendiri bagaimanan pemerintahan Negara ini. Terlebih jika kita lihat saudara kita dibagian timur sana. Mereka tidak pantas dikatakan bergizi sebab berdasarkan acuan standar Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1995) dinyatakan bahwa IMT (Indeks Massa Tubuh) didaerah timur Indonesia ≤ 17.0. Itu artinya status gizi didaerah tersebut sangat kurang, karena idealnya IMT seseorang yang dinyatakan normal adalah (18.6 ≤ IMT ≤ 25.0).
 Untuk mencapai status gizi yang baik, diperlukan pangan yang mengandung cukup zat gizi, aman di konsumsi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan. Nah, bagaimana mereka bisa mencapai itu semua tanpa dukungan pemerintah? Untuk makan 1 hari saja mereka mengandalkan alam sebagai sumbernya. Bagaimana kandungan gizinya? Tidak ada yang bisa menjamin apa yang masuk kedalam tubuh mereka itu bergizi. Lantas apa yang harus kita lakukan? Berdiam diri melihat saudara kita kelaparan? Atau hanya bicara meskipun tak didengarkan? Yang pasti tidak untuk kami yang ingin menjadi generasi baru. Bukan generasi penerus, penerus kerusakan-kerusakan saat ini.

Kamis, 22 Desember 2011

Review LAN


Review LAN
Soal..!
1.      Buat perbandingan antara jaringan topologi Bus, Ring, Star tentang kelebuhan dan kekuranganya…
Topologi Bus,
+ Penambahan WS baru atau pengembangan jaringan dapat di lakukan dengan mudah tanpa mengganggu WS lain.
-  Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam 1 baris
-  Hanya bisa digunakan oleh 1 komputer
-  Jika kabel putus maka computer lain tidak akan terkomunikasi dengan computer yang lainnya
-  Susah melakukan pelacakan masalah
-  Bila terdapat gangguan disepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mendapat gangguan.
NetworkTopology-Bus.png




Topologi Ring,
+ Hemat kabel
+ Tidak akan terjadi tabrakan saat pengiriman data, karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
-  Peka kesalahan, jika terdapat gangguan di satu node mengakibatkan terganggunya sebuah jaringan
-  Pengembangan jaringan lebih kaku
-  Sulit mendeteksi kerusakan
-  Dapat terjadi 2 paket data tercampur
-  Harus pengelolaan dan penanganan khusus
220px-NetworkTopology-Ring.png




Topologi Star,
+ Jika kerusakan pada satu saluran, maka station lain tidak terpengaruh
+ Tingkat keamanan tinggi
+ Walaupun jaringan sibuk, bukan masalah
+ Penambahan dan pengurangan stasion dengan mudah
+ Akses control terpusat
+ Paling fleksibel
+ Kerusakan pengelolaan jaringan mudah dideteksi
-  Jika node tengah mengalami kerusakan, maka semua rangkaian akan mati
-  Boros penggunaan kabel
-  HUB jadi elemen kritis, karena control terpusat
-  Jaringan akan down ketika HUB bermasalah
-  Jaringan tergantung pada terminal pusat
-  Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat, dapat menyebabkan jaringan lola.
-  Coast lebih mahal dari jaringan Bus dan Ring.
networktopology-star.png

2.      Buat perbandingan antara Repeater, Hub, Switch, Bridge, dan Router mulai dari fungsi sampai keunggulan masing-masing…!

Repeater,
Fungsi: meneruskan paket data yang di kirim dari PC tanpa memiliki kecerdasan seperti router yang memiliki filtering destination, baik IP, MAC, address dan lain lainsehingga hanya memiliki kemampuan meneruskan saja ke alamat yang dituju.

Hub,
Fungsi: untuk menghubungkan peralatan peralatan dengan Ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikan dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.

Switch,
Fungsi: dapat di gunakan sebagai penghubung computer atau router pada suatu area yg terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerjanya hamper sama dengan bridge, tapi switch memiliki jumlah port sehingga sering di namakan multi port-bridge.

Bridge,
Fungsi: komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan / membuat sebuah segmen jaringan. Bridge juga dapat di gunakan untuk menghubungkan 2 buah media jaringan yang berbeda.

Router,
Fungsi: sebagai penghubung antar 2 jaringan / lebihjaringan untuk meneruskan data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN kesebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line / Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN kesebuah koneksi Leased Line seperti T1 dan T3